Hidup Untuk Memberi...

Hayah hidup ini hanyalah sekadar sekelip mata berbanding dengan kehidupan di yaummul akhirah. Lantaran apalah kiranya kita memberi walaupun hanya sekadar sekelumit.

Dua...

Secara kebetulan gambar berdua2an diambil
secara berturutan...
Nak keluar je dewan multaqa' terserempak
dengan firdaus dan nasir dua2 koperator.
Sedang menunggu giliran untuk bergambar
On the way nak masuk makmal
nampak dari jauh dua sahabat baik
lab assistant
sedang bersenang2 menjengah koridor.
Tepi makmal pulak,
terserempak dengan dua kembar
hassan dan hussin nak pergi pjk...

Semua berdua2an...
Disekeliling kita juga banyak yang berdua2an.
Tinggi rendah.
Gemuk kurus.
Panjang pendek.
Besar kecil.
Hitam putih.
Ketawa menangis.
Suka duka.
Baik jahat.
Huhu... nak senarai tak habis2...

Lalu....

Hidup kita juga ada dua jalan.
"
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya
dua jalan."
Surah Al Balad : 10
Jalan ma'ruf jalan mungkar.
Jalan kebaikan jalan kemungkaran.

Kenapa dua jalan?
"Apakah manusia mengira
bahwa ia akan
dibiarkan begitu saja
(tanpa pertanggungjawaban)?"
Surah Al Qiyamah : 36

Namun dengan rahmat dan kasih sayang
Allah memberi kita garis panduan
ke arah mana kita ingin hala tuju kehidupan ini.
"Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya,
Kami menciptakan kamu secara main2 (saja),

dan bahwa kamu tidak akan
dikembalikan kepada Kami.
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya;

tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
selain Dia,
Tuhan (yang mempunyai)
'Arsy yang mulia?"
Surah Al Mu'minun :115- 116

Kata as syahid hassan al banna,
Wahai manusia... dihadapan mu ada dua jalan.
Tidak ada jalan yang ke tiga.

Pertama adalah jalan yang rata, teduh, terang,
indah, dikelilingi ketenangan, wewangian
dan dipagari oleh keindahan disetiap tempat.
Awal perjalanannya adalah
keyakinan dan keimanan.
Jarak perjalanannya adalah
istiqamah dan taat kepada Allah.
Sedangkan akhir perjalannya adalah
syurga dan ridha, di tempat yang disenangi
disisi Tuhan yang Berkuasa....

Jalan kedua adalah jalan yang
sunyi, sepi, gelap dan berbahaya.
Awal perjalannnya adalah
pengingkaran dan kekufuran.
Jarak perjalanannya adalah kemaksiatan.
Akhir perjalanannya adalah
neraka jahanam....

Lalu kitalah akan membuat pemilihan
jalan yang mana hendak kita pilih
dan pengakhiran yang bagaimana
yang ingin kita kecapi...

Wallahu'alam.

0 comments:

Aidil Fitri 1431H

Berita Harian : BeritaUtama

BERIKAN SOKONGAN ANDA...

BERIKAN SOKONGAN ANDA...

HULURKAN SUMBANGAN ANDA....

HULURKAN SUMBANGAN ANDA....

At-tarikh

jam UMMI di KUANTAN

jam WALID di JUBAIL

About Me

My photo
I'm Sharifah Faridah Hanim Tengku Embong. A mother of 6 children. Currently as a teacher at SMK Paya Besar, Kuantan.

My School of Fish (Please click if u like 2 feed da fish...)

Warna-warna Kehidupan....

warna-warna hidup mu
mewarnai kebebasan
mencerna keceriaan
mendambakan kegembiraan
menjalari kehidupan samudera
menyusuri rahsia ciptaan Allah
namun
aku tetap kagum
hidup mu tidak pernah lemas
hatta secebis daging mu
tidak pernah terjejas
dek keasinan melaut menyelubungi mu
mampukah kita
menggarap kehidupan ini
seperti mu
untuk terus melangkah
bertahtakan
keimanan dan ketaqwaan

Hamster 'Abbas Punya

Nazirah punya turtle...

Said nak juga...

Merisik Khabar

Liku-liku Kehidupan


  • SK Sultan Sulaiman 2 (1974 - 1979)
  • MRSM K Trg (1980-1984) 3rd Batch
  • LCP, Azusa (1985)
  • Citrus College, Glendora (1986)
  • USC, LA (1986 - 1989) Class of 1989
  • SM Sultan Sulaiman, Kuala Terengganu
  • Sykt Limbongan Timor Sdn Bhd, K Trg
  • Syarikat Amsys Bhd, Penang
  • SM Sultan Ismail, Kemaman
  • SM Vokasional, Kemaman
  • MPKT Batu Rakit (1993 - 1994)
  • SM Vokasional, Kuala Terengganu
  • SM Seri Budiman, Kuala Terengganu
  • SMK Paya Besar, Kuantan

  • Blog Archive

    Rapuh by Opick

    Detik waktu terus berjalan
    Berhias gelap dan terang
    Suka dan duka
    Tangis dan tawa
    Tergores bagai lukisan

    Seribu mimpi berjuta sepi
    Hadir bagai teman sejati
    Di antara lelahnya jiwa
    Dalam resah dan air mata
    Ku persembahkan kepadaMu
    Yang terindah dalam hidupku

    Meski ku rapuh dalam langkah
    Kadang tak setia kepadaMu
    Namun cinta dalam jiwa
    Hanyalah padaMu

    Maafkanlah bila hati
    Tak sempurna mencintaiMu
    Dalam dada ku harap hanya
    Dirimu yang bertakhta

    Detik waktu terus berlalu
    Semua berakhir padaMu