Hidup Untuk Memberi...

Hayah hidup ini hanyalah sekadar sekelip mata berbanding dengan kehidupan di yaummul akhirah. Lantaran apalah kiranya kita memberi walaupun hanya sekadar sekelumit.

Peringatan buat yang alpa

Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiyalallahu 'anhu bahwasanya
dia berkata, aku mendengar Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Manusia yang pertama kali di adili pada hari Kiamat ialah orang yang mati di medan laga.
Ia didatangkan kemudian Allah memberitahu nikmat nikmat-Nya kepadanya dan iapun mengakuinya. Allah berfirman, “Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat tersebut?”
Orang tersebut menjawab, “Aku berperang di jalan-Mu hingga aku gugur sebagai syahid”.
Allah berfirman, “Engkau bohong, engkau berperang agar dikatakan sebagai pemberani dan betul bahwa engkau sudah dikatakan sebagai pemberani”. Kemudian diperintahkan agar orang tersebut diseret dan tersungkur wajahnya sampai ke neraka.

Dan juga orang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya dan membawa Al-Quran, orang tersebut didatangkan, kemudian Allah memberitahu nikmat-nikmat-Nya kepadanya dan iapun mengakuinya. Allah berfirman “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat-nikmat tersebut?” Orang tersebut menjawab, “Aku mempelajari ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Quran dijalan-Mu”. Allah berfirman, “Engkau bohong, engkau mempelajari ilmu agar dikatakan sebagai alim dan membaca Al-Quran agar dikatakan sebagai qari dan betul ngkau telah dikatakan seperti itu. Kemudian diperintahkan agar orang tersebut diseret dan tersungkur wajahnya sampai ke neraka.

Juga orang yang diberi kemudahan oleh Allah dan diberi dengan berbagai macam harta. Orang tersebut didatangkan kemudian Allah memberitahukan nikmat-nikmat-Nya kepadanya dan iapun mengakuinya. Allah berfirman, “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat-nikmat tersebut?” Orang tersebut menjawab, “Aku tidak pernah meninggalkan salah satu jalan yang Engkau sukai kalau harta diinfakkan di jalan tersebut melainkan Aku menginfakkan harta didalamnya”. Allah berfirman, “Engkau bohong, engkau melakukan seperti itu agar dikatakan sebagai dermawan, dan betul telah dikatakan kepadamu sebagai orang yang dermawan”. Kemudian diperintahkan agar orang tersebut diseret dan tersungkur wajahnya sampai ke neraka.

Maka tadi ketika Ijtima' am saya mendengar lagi hadis ini di baca. Pertama kali mendengar syarah hadis ini ketika masih student di US 20 years ago. Dan hingga kini hadis ini masih releven dan tak jemu2 hati ini sentiasa diingatkan dengan niat yang betul dalam mengerjakan sebarang amal. Nobody knows what is in out heart except ourself.

0 comments:

Aidil Fitri 1431H

Berita Harian : BeritaUtama

BERIKAN SOKONGAN ANDA...

BERIKAN SOKONGAN ANDA...

HULURKAN SUMBANGAN ANDA....

HULURKAN SUMBANGAN ANDA....

At-tarikh

jam UMMI di KUANTAN

jam WALID di JUBAIL

About Me

My photo
I'm Sharifah Faridah Hanim Tengku Embong. A mother of 6 children. Currently as a teacher at SMK Paya Besar, Kuantan.

My School of Fish (Please click if u like 2 feed da fish...)

Warna-warna Kehidupan....

warna-warna hidup mu
mewarnai kebebasan
mencerna keceriaan
mendambakan kegembiraan
menjalari kehidupan samudera
menyusuri rahsia ciptaan Allah
namun
aku tetap kagum
hidup mu tidak pernah lemas
hatta secebis daging mu
tidak pernah terjejas
dek keasinan melaut menyelubungi mu
mampukah kita
menggarap kehidupan ini
seperti mu
untuk terus melangkah
bertahtakan
keimanan dan ketaqwaan

Hamster 'Abbas Punya

Nazirah punya turtle...

Said nak juga...

Merisik Khabar

Liku-liku Kehidupan


  • SK Sultan Sulaiman 2 (1974 - 1979)
  • MRSM K Trg (1980-1984) 3rd Batch
  • LCP, Azusa (1985)
  • Citrus College, Glendora (1986)
  • USC, LA (1986 - 1989) Class of 1989
  • SM Sultan Sulaiman, Kuala Terengganu
  • Sykt Limbongan Timor Sdn Bhd, K Trg
  • Syarikat Amsys Bhd, Penang
  • SM Sultan Ismail, Kemaman
  • SM Vokasional, Kemaman
  • MPKT Batu Rakit (1993 - 1994)
  • SM Vokasional, Kuala Terengganu
  • SM Seri Budiman, Kuala Terengganu
  • SMK Paya Besar, Kuantan

  • Rapuh by Opick

    Detik waktu terus berjalan
    Berhias gelap dan terang
    Suka dan duka
    Tangis dan tawa
    Tergores bagai lukisan

    Seribu mimpi berjuta sepi
    Hadir bagai teman sejati
    Di antara lelahnya jiwa
    Dalam resah dan air mata
    Ku persembahkan kepadaMu
    Yang terindah dalam hidupku

    Meski ku rapuh dalam langkah
    Kadang tak setia kepadaMu
    Namun cinta dalam jiwa
    Hanyalah padaMu

    Maafkanlah bila hati
    Tak sempurna mencintaiMu
    Dalam dada ku harap hanya
    Dirimu yang bertakhta

    Detik waktu terus berlalu
    Semua berakhir padaMu